Sifana Jabar – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung Barat menggelar Safari Syahriyahan dan Halal Bihalal dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76. Mengusung tema besar “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Amin Sumur Kembang, Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang penguatan konsolidasi dan silaturahmi bagi ratusan kader dari berbagai wilayah di Bandung Barat.
Sinergi dan Soliditas Kader
Antusiasme luar biasa terlihat dari kehadiran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung Barat. PAC Fatayat NU Cipongkor yang bertindak sebagai tuan rumah sukses mengoordinasi jalannya acara dengan semangat gotong royong yang kental.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya:
- Jajaran MWCNU Kecamatan Cipongkor.
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat.
- Perwakilan Badan Otonom (Banom) NU (Muslimat, Ansor, IPNU, dan IPPNU).
Pesan Pengabdian: Berkhidmat untuk Umat
Ketua PC Fatayat NU Bandung Barat, Hj. Syahidah Nurlaila, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam dinamika zaman saat ini. Beliau mengajak seluruh kader untuk tidak berhenti berinovasi dan berkontribusi nyata.
“Melalui momentum Harlah ke-76 ini, mari kita perkuat komitmen untuk terus berdaya, memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, serta membawa nama baik Fatayat NU hingga ke tingkat yang lebih luas,” ujar Hj. Syahidah.
Puncak acara diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh K.H. Hilman Farid, sesepuh Pondok Pesantren Al-Amin Sumur Kembang. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan para kader mengenai pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas iman. Beliau juga menyoroti peran sentral perempuan dalam membentuk pondasi masyarakat yang berakhlak mulia.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti soliditas Fatayat NU di Kabupaten Bandung Barat. Dengan semangat kolektif, organisasi ini diharapkan terus bertransformasi menjadi wadah yang inklusif, religius, dan mampu mencetak kader-kader perempuan yang berdaya saing global namun tetap memegang teguh nilai-nilai akhlakul karimah.