Bandung, 4 April 2026 — Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kaderisasi melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) yang digelar pada 4–5 April 2026 di Aula PWNU Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak fasilitator yang siap menjadi motor penggerak kaderisasi di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.
Sebanyak 23 kader terpilih dari berbagai cabang dan wilayah di Jawa Barat mengikuti kegiatan ini setelah sebelumnya menyelesaikan jenjang Latihan Kader Dasar (LKD) dan Latihan Kader Lanjutan (LKL). Mereka dipersiapkan menjadi fasilitator yang tidak hanya kuat secara metodologi, tetapi juga kokoh secara ideologi.
Adapun 23 fasilitator yang dikukuhkan berasal dari berbagai daerah, yaitu:
- Aah Thibimmah, S.Pd.I., M.Pd. – PC Fatayat NU Kabupaten Pangandaran
- Dr. Neng Evi Kartika, S.E., M.M. – PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan
- Dr. Hendarsita Amartiwi, M.Pd. – PC Fatayat NU Garut
- Hj. N. Vera Fachriyah, S.S., M.Pd. – PC Fatayat NU Kabupaten Sukabumi
- Mei Widiawati, S.Pd. – PC Fatayat NU Majalengka
- Nengsri Rahmawati – PC Fatayat NU Kabupaten Bandung
- Nur Akhadah, S.Pd.I., M.Pd. – PC Fatayat NU Kota Cirebon
- Nurfi Nurfajriyah, M.Pd. – PC Fatayat NU Pangandaran
- Ratih Mayang Asri, M.Psi. – PC Fatayat NU Kota Depok
- Rimah Karimatul Hayah, S.Si., M.Pd. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Susi Herawati, S.Pd. – PC Fatayat NU Pangandaran
- Syahidah Nurlaila, S.Pd. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Yanti Rosmayanti, S.Pd., S.Sn. – PC Fatayat NU Kabupaten Bandung
- An an Aminah, M.Pd. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Dr. Ani Ramayanti, M.Pd. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Dr. Chotijah Fanaqi, M.I.K. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Enung Herningasih, S.H., M.H. – PC Fatayat NU Ciamis
- Milki Barokah, S.H.I., M.H. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Mustika Wiguna, M.Pd.I. – PW Fatayat NU Jawa Barat
- Risma Muflihah, S.Pd. – PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya
- Sarifatun Nisa Barkah, S.Pd.I., M.AP. – PC Fatayat NU Garut
- Sri Hini Indtrawati, S.H. – PC Fatayat NU Kota Bekasi
- Susanti – PC Fatayat NU Kabupaten Bandung
Keberagaman asal daerah ini menunjukkan kuatnya representasi kader Fatayat NU Jawa Barat dalam membangun sistem kaderisasi yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah. Dengan lahirnya 23 fasilitator ini, Fatayat NU Jawa Barat menargetkan percepatan kaderisasi di tingkat cabang hingga ranting, dengan potensi menjangkau ribuan kader perempuan muda NU di seluruh Jawa Barat.
Pelaksanaan ToT kali ini semakin diperkuat kualitasnya dengan kehadiran fasilitator dari tingkat nasional, yaitu Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU, Dewi Winarti, serta Ketua Lembaga Percepatan Kaderisasi Fatayat NU, Alimul Muniroh, yang turut memberikan penguatan materi dan perspektif strategis kaderisasi. Kegiatan ini juga makin bermakna dengan kehadiran Sekretaris Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Fatayat NU, Dewi Rohmawati serta Dewan Pembina PW Fatayat NU Jawa Barat, Hirni Kifa Hazefa dan Dewan Kehormatan PW Fatayat NU Jawa Barat Affi Endah Navilah, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi organisasi.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Barat, Minyatul Ummah, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama keberlanjutan organisasi.
“Kaderisasi adalah jantung organisasi. ToT ini bukan hanya melatih kemampuan teknis, tetapi memastikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah tetap hidup dalam setiap proses pengkaderan. Kita ingin melahirkan fasilitator yang mampu menggerakkan, bukan sekadar mengajar,” tegasnya.
Di tengah disrupsi digital, perubahan sosial, hingga kompleksitas isu perempuan dan anak, Fatayat NU dituntut menghadirkan fasilitator yang adaptif dan transformatif.
“Fasilitator Fatayat NU ke depan harus menjadi agen perubahan—yang mampu menginspirasi, membangun kesadaran kritis, dan menggerakkan kader di semua level,” tambahnya.
Ketua Bidang Kaderisasi PW Fatayat NU Jawa Barat, Ani Ramayanti, menjelaskan bahwa ToT ini menjadi langkah penting untuk menyamakan standar kaderisasi di seluruh wilayah.
“Selama ini tantangan kita adalah variasi kualitas kaderisasi di berbagai daerah. ToT ini menjadi upaya konkret untuk menyatukan metode, persepsi, dan kedalaman materi agar kaderisasi lebih sistematis, terukur, dan berdampak,” jelasnya.
Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik intensif, mulai dari simulasi fasilitasi, dinamika forum, hingga praktik baiat. Metode andragogi dan pembelajaran partisipatif menjadi kunci dalam membangun pengalaman belajar yang hidup dan membekas bagi peserta.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sri Vidyawetti, menegaskan bahwa ToT ini dirancang bukan hanya untuk melahirkan fasilitator, tetapi juga menciptakan efek domino dalam penguatan kaderisasi di seluruh Jawa Barat.
“ToT ini bukan sekadar mencetak fasilitator, tetapi membangun ekosistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Kami ingin setiap peserta pulang tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa energi perubahan yang langsung berdampak di cabang dan ranting masing-masing,” ujarnya sembari mempersiapkan acara bersama tim inti Hilyatul Auliya, sekretaris panitia dan Nidlomatum Mukhlisotur Rohmah, bendahara panitia.
Ia menambahkan bahwa meskipun acara dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat dan jumlah tim yang terbatas, proses seleksi tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas peserta.
“Kami berkomitmen memilih peserta yang siap naik level—bukan hanya sebagai kader, tetapi sebagai penggerak. Harapannya, mereka menjadi role model dan akselerator kaderisasi di daerahnya,” tambah Sri Vidyawetti.
Jawa Barat sebagai salah satu basis kader terbesar dinilai memiliki peran strategis dalam menjadi model kaderisasi Fatayat NU secara nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir fasilitator-fasilitator yang mampu memperkuat peran perempuan muda NU sebagai agen perubahan yang moderat, progresif, dan berdaya di tengah masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan pengukuhan 23 fasilitator baru oleh Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan kaderisasi serta menghadirkan dampak nyata bagi penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput.
